Apa itu Hungrypedia ?

Hungrypedia, sebuah merek dengan lebih dari 50 pakar bisnis kuliner yang diberada dibelakangnya. Berawal dari perusahaan yang sama, kini pengalaman besar mereka didedikasi untuk Hungrypedia.

Perbedaan prioritas visi misi dalam hal kebijakan pro mitra atau pengutamaan mitra membuat Alyta dan para pakar nya mundur lalu mendirikan Hungrypedia, dengan pengalaman sebagai orang paling penting dalam membesarkan 3 merek UKM yang telah tersebar di 64 kota seindonesia dengan total lebih dari 800 gerai, kini Alyta dan para pakarnya berhasil menyempurnakan Hungrypedia menjadi bisnis yang beberapa langkah lebih maju dibanding 3 merek bisnis yang pernah dibangunnya dahulu.

Seperti yang kita ketahui sekarang, nyaris tidak adalagi bisnis waralaba yang mampu menandingi kelebihan yang diberikan oleh Hungrypedia baik mulai dari kebijakan pro mitra, harga yang jauh lebih murah, jumlah menu demi mendongkrak omset, perlatan bisnis yang lebih banyak, hingga kelebihan kelebihan lain yang akan sulit mitra temukan di waralaba waralaba lainnya.

Keberhasilan Hungrypedia menjadi solusi bisnis dan menyempurnakan kekurangan kekurangan waralaba terdahulu membuat Hungrypedia selalu menjadi pilihan utama bagi pengusaha dan calon pengusaha dibidang kuliner se indonesia.

Bergabunglah, bersama lebih dari 50 pakar bisnis kuliner dengan pengalaman lebih dari 800 gerai di 64 kota seindonesia.

Mengapa harus bisnis kuliner ?

Ketika ditanya bisnis terbaik sepanjang masa, maka 3 bisnis yang paling banyak disebut oleh pengusaha adalah bisnis property, bisnis energi dan bisnis kuliner.

Tapi ada satu hal menarik, banyak yang bilang bisnis properti bagus, tapi ketika kita bertanya : bisakah rumah BTN seharga 800 juta kita jual dengan harga 2 milyar..?? Tentu jawabannya adalah : kamu itu gila, mana mungkin harga 800 juta dijual 2 milyar.
Lalu banyak yang bilang bisnis energi bagus, contohnya bahan bakar, tapi ketika kita bertanya : bisakah pertalite Rp. 7.800,- per liter kita jual dengan harga Rp. 15.000,- per liter..?? Tentu jawabannya : ga lama lagi POM bensin kamu akan dibakar warga.

Tapi ada yang menarik dari bisnis kuliner, segelas Teh Manis dengan modal Rp. 725,- dijual dengan harga Rp. 3.000,- banyak orang bilang itu sangat murah.. padahal persentase kenaikannya jauh lebih besar dari properti dan energi, bahkan ketika kita jual segelah Teh Manis seharga Rp. 6.000,- konsumen masih tetap ada yang membeli, bahkan parahnya Kopi dengan modal hanya Rp. 6.310,- dijual dengan harga Rp. 48.000,- (Starbuck*) orang bilang kereeen.

Hal ini menjelaskan secara langsung bahwa konsumen terbiasa membayar dengan margin yang lebih besar untuk kuliner, budaya konsumen seperti itu sudah terbetuk tinggal kita yang memanfaatkan peluangnya, tentunya dengan prinsip dasar industri kuliner : semakin banyak menu yang berpotensi tentu akan semakin banyak omset yang didapat. Jangan sampai membuka bisnis kuliner yang jumlah menunya sedikit karena potensi omsetnya juga akan sedikit.

grand opening hungrypedia

 
 

TERLEPAS DARI SOLUSI YANG DIDAPATKAN, KAMI MEMBUTUHKAN SARAN DARI ANDA DEMI MENINGKATKAN KUALITAS DARI HUNGYpedia